Komitmen

Hai Sahabat!

Senang bisa menyapa Sahabat lagi.
Sepertinya semenjak blog ini dilahirkan, selang beberapa waktu, saya tidak menyapa lagi ya.

Yah, maklum saja Sahabat. Dunia nyata yang saya jalani saat ini menuntut untuk benar-benar fokus dulu. Namun, itu tidak mengurangi semangat saya untuk menyapa kembali para Sahabat. Yuk langsung saja kita bercerita yuk!

Hari ini kita akan bercerita tentang komitmen.....Kita pasti sudah tidak asing lagi dengan kata komitmen. Selain dalam sebuah hubungan, komitmen juga kerap kali dituntut dalam pekerjaan, dan bahkan dalam pelayanan. Yah, pelayanan lagi... la dong. Karena kita memang tidak bisa lepas dari yang namanya pelayanan. Yesus Kristus telah terlebih dahulu melayani kita. itu artinya, saatnya giliran kita yang harus melayani, melayani Tuhan dan sesama.

Apa hubungannya pelayanan dengan komitmen? Tentu saja hubungannya sangat erat. Tanpa komitmen kita pasti tidak mampu melayani sampai saat ini. Apalagi pada masa pandemi saat ini, masa yang kerap kali membuat kita ingin menyerah. Tidak hanya perekonomian yang diserang, hubungan sosial, bahkan mental kita pun menjadi korban dari adanya pandemi ini. Namun, apakah itu menjadi alasan untuk kita tidak berkomitmen? Tentu tidak! Justru, masa ini menjadi kesempatan untuk kita sama-sama menguji seberapa besar rasa komitmen kita kepada Tuhan, seberapa besar keinginan kita melayani Dia, dan apakah kita tetap mencitai-Nya walau sakit yang harus menjadi bayarannya?

Memang tidak mudah untuk benar-benar bisa bertahan dan merealisasikan komitmen tersebut. Dan, Dia sendiri sangat tahu itu. Saat ini pun, saya sendiri sering kali ingin menyerah dan mengatakan "Tuhan aku tak mampu, tubuh dan kakiku yang kecil ini rasanya tak mampu lagi mengikuti apa yang Engkau mau dariku". Di satu sisi kita pasti merasa wajar dengan hal tersebut, dan mari sama-sama mengingat kembali, jangan larut dalam rasa kasihan pada diri sendiri, jangan larut dalam kesedihan yang membuatmu ingin menyerah. Ayo kita sama-sama belajar mengubah pola pikir, dan mempercayakan semuanya hanya pada Tuhan.

Kerjakanlah pelayanan yang percayakan saat ini dengan versi terbaik yang kamu bisa. Berkomitmenlah untuk tetap melakukannya, dan Ia pun akan terus menyertai. Kalau kira-kira masih terasa berat, ulumlah semua masalah itu, dan dengan berani bangkit, berjalan lagi, berlari, sampai pada tujuan yang Ia mau.

Banyak hal yang sebenarnya ingin saya sampaikan kepada kita semua tentang komitmen. Tapi kita simpan dulu ya. Kita akan bahas lebih dalam tentang komitmen. Ini masih permulaan.

sebagai penutup, mari kita sama-sama baca ayat ini.

Sebab, mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk menunjukkan kekuatan-Nya kepada mereka yang berpaut sepenuh hati kepada-Nya. Engkau telah bertindak bodoh dalam hal ini, karena itu mulai sekarang engkau akan mengalami peperangan.” (2 Tawarikh 16:9, AYT).

Sampai jumpa!

Tuhan Yesus memberkati.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bersyukur di Tengah Badai

Apakah Ini yang Tuhan Maksud?