Percaya Saja!
Ada saat-saat dalam hidup di mana semua terlihat abu-abu dan tidak masuk akal. Rencana-rencana yang sudah disusun dengan rapi rasanya runtuh dalam sekejap. Doa-doa yang kita panjatkan dengan penuh harap terasa seolah-olah tak mendapat jawaban. Dalam momen seperti itu, seringkali kita mudah untuk mulai ragu dan bertanya, “Di mana Tuhan?” atau bahkan, “Masihkah Tuhan peduli padaku?” Namun, justru di titik itulah kita diundang untuk diam dan percaya saja.
Percaya bukan berarti kita tahu segalanya akan berjalan mulus dan sesuai dengan keinginan kita. Percaya berarti kita memilih untuk tetap berjalan walau belum melihat ujung jalan. Kita percaya bukan karena situasi dan kondisi kita baik, tetapi karena kita tahu Tuhan itu baik dan selalu ada buat kita. Percaya adalah bentuk ketaatan yang paling dalam, akan selalu menggenggam tangan Tuhan meski mata tak dapat melihat arah.
Aku belajar bahwa iman bukanlah tentang memahami segalanya, melainkan selalu mempercayakan segalanya kepada Tuhan. Saat aku berhenti mencoba mengendalikan segalanya dan mulai percaya saja, aku menemukan damai yang tidak bisa dijelaskan. Percaya membuat langkahku ringan, bukan karena bebanku hilang, tetapi karena aku tahu beban itu tidak kupikul sendiri.
Jadi, jika hari ini kamu merasa lelah, bingung, atau bahkan hancur, jangan pernah menyerah. Percaya saja! Tuhan tahu apa yang Dia lakukan dalam hidupmu. Bahkan ketika kamu merasa sendiri, sesungguhnya kamu sedang dibentuk, dipersiapkan, dan disertai. Itu akan selalu dan tak pernah gagal.
"Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku."
— Yohanes 14:1
Komentar
Posting Komentar